SMP Negeri 2 Besuk Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda dengan Semangat Kebersamaan dan Demokrasi

Pelaksanaan Upcara Hari Sumpah Pemuda

Senin, 28 Oktober 2024, SMP Negeri 2 Besuk menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-96. Suasana pagi yang cerah semakin bermakna dengan kehadiran para siswa dan guru yang mengenakan seragam rapi, memperlihatkan semangat nasionalisme yang tinggi. Kegiatan dimulai dengan lantunan indah pembacaan Asmaul Husna oleh seluruh peserta upacara, menciptakan suasana yang khidmat dan religius.

Mohahmmad Nur Andika memimpin pembacaan Asmaul Husna

Dalam upacara tersebut, naskah Sumpah Pemuda dibacakan dengan penuh semangat dan diikuti oleh seluruh peserta upacara, mengingatkan kembali pentingnya semangat persatuan bagi bangsa Indonesia. Ibu Muryanti, sebagai pembina upacara, menyampaikan pidato yang inspiratif tentang makna Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober ini, membawa tagline "Maju Bersama Indonesia Raya." Peringatan ini menjadi momen refleksi bagi seluruh peserta upacara untuk memperkokoh rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Dewi Arum Sari memimpin pembacaan Naskah Sumpah Pemuda

Selain itu, Ibu Muryanti mengucapkan selamat kepada Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pilkasis yang berlangsung dengan tertib dan lancar. Beliau menyatakan bahwa kegiatan Pilkasis merupakan contoh nyata bagaimana demokrasi dijalankan dengan baik di sekolah, mencerminkan nilai-nilai keterbukaan dan partisipasi aktif di kalangan siswa.

Ibu Muryanti, S.Si sedang menyampaikan amanat

Dalam sambutannya, Ibu Muryanti juga menyampaikan pesan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tentang tiga karakter dan kapasitas yang harus dimiliki oleh pemuda untuk menghadapi masa depan. Integritas yang tinggi, kapasitas intelektual yang mumpuni, serta kepemimpinan yang peduli dan profesional adalah kunci untuk mewujudkan mimpi Indonesia. Ketiga nilai ini, kata beliau, harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kebangsaan yang luhur. Sebelum mengakhiri pidatonya, Ibu Muryanti menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi, khususnya handphone, untuk kegiatan literasi yang bermanfaat.

Upacara ini tidak hanya menjadi momen peringatan bagi sejarah bangsa, tetapi juga menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari siswa, sekaligus mengukuhkan semangat untuk maju bersama menuju masa depan yang lebih baik.



0 comments:

Posting Komentar